Individu, Keluarga & Masyarakat

ILMU
SOSIAL DASAR
(INDIVIDU,KELUARGA
& MASYARAKAT)
NAMA :
MUHAMMAD RAIHAN ARRAFI
KELAS :
1IA11
NPM :
54419355
INDIVIDU
yaitu merupakan suatu unit terkecil
pembentuk masyarakat. Individu dalam ilmu sosial juga berarti bagian terkecil
dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi jadi bagian yang lebih
kecil. Individu yang bergabung dengan kelompok atau masyarakat akan memiliki
karakteristik yang sama dengan kelompok dimana ia bergabung.
Dalam
bahasa Yunani individu yaitu “individium“, artinya adalah tidak terbagi. Menurut
konsep Sosiologis individu berarti manusia yang hidup dan berdiri sendiri.
Menurut ahli Marthen Luter individu selalu dilengkapi kelengkapan hidup yaitu
raga, rasa, rasio, dan rukun.
1. MANUSIA
SEBAGAI MAHLUK INDIVIDU
Manusia sebagai
mahluk individu dalam suatu organisasi harus mempunyai kesadaran diri seperti
realtita, self-respect, egoisme, kepribadian, perbedaan maupun kesamaan dengan
pribadi individu lain.
2. PERTUMBUHAN
INDIVIDU
Pertumbuhan setiap manusia yang normal melalu proses
pertumbuhan dan perkembangan lahir batin, bahwa setiap individu atau pribadi
mempunyai jiwa raga dan ciri-ciri khas tersendiri.
Menurut pendirian Nativisik, faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan individu
ditentukan oleh faktor-faktor yang dibawa sejak lahir. Sedangkan menurut
pendirian Empiristik dan Environmentalistik beranggapan
bahwa pertumbuhan individu tergantung lingkungannya. Anggapan lain
menurut pendirian Konvergensi dan Interaksionisme berpedendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkunganlah yang menentukan
pertumbuhan individu.
3.TAHAP PERTUMBUHAN
INDIVIDU
Berikut tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi:
§ Pada masa vital yaitu
dari usia 0 sampai sekitar 2 tahun
§ Masa estetik yaitu
dari umur sekitar 2 tahun sampai sekitar 7 tahun
§ Masa intelektual yaitu
dari umur sekitar 7 tahun sampai sekitar 13 tahun sampai 14 tahun
§ Masa sosial yaitu dari
umur sekitar 13 tahun sampai 14 tahun sampai sekitar 20 tahun sampai 21 tahun
KELUARGA
Keluarga adalah beberapa orang
yang terdapat memiliki hubungan darah dalam suatu lingkungan. Dalam
kekeluargaan memiliki hubungan antar idividu, ikatan, kewajiban, tanggung jawab
di tiap individu tersebut.
Keluarga terdiri
dari kepala keluarga dan beberapa beberapa orang yang berkumpul dan tinggal di
suatu tempat tinggal. Di dalam keluarga terdapat dua atau lebih pribadi yang
tergabung karena hubungan darah, contohnya jika seseorang kakak memiliki sifat
kepribadian seperti ibunya, dan adiknya memiliki sifat kepribadian seperti
ayahnya, hal tersebut terjadi karena hubungan perkawinan.
1. JENIS
KELUARGA
Keluarga memiliki
beberapa jenis, yaitu:
- Keluarga
inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak.
- Keluarga
besar yang terdiri dari suami, istri, dan anak, juga ditambah saudara
lainnya, baik kakek, nenek, mantu, cucu, cicit ataupun sepupu, ipar yang
berasal dari pihak suami atau pihak istri.
- Keluarga
campuran yang terdiri dari suami, istri, anak kandung dan anak tiri atau
anak angkat.
- Keluarga
menurut hukum umum yang terdiri dari pria dan wanita yang tidak terkait
dalam perkawinan yang sah, dan anak-anak mereka yang tinggal bersama.
- Keluarga
orang tua tunggal terdiri dari salah satu pria atau wanita, ciri keluarga
ini disebabkan karena bercerai, berpisah, atau ditinggal mati, dan
anak-anak mereka yang tinggal bersama.
- Keluarga
hidup bersama yaitu terdiri dari suami, istri dan anak-anak yang tinggal
bersama mereka, mempunyai hak, dan tanggung jawab bersama, serta memiliki
kekayaan bersama
- Keluarga
serial yang terdiri dari suami istri yang sudah menikah dan bisa jadi
telah memiliki anak, tetapi kemudian bercerai dan massing-masih menikah
kembali lalu memiliki anak-anak dengan pasangannya masing-masing
- Keluarga
gabungan/komposit yaitu terdiri dari suami dengan beberapa istri dan
anak-anaknya, atau kebalikannya
- Keluarga
tinggal bersama terdiri dari pria dan wanita yang hidup bersama tanpa
adanya ikatan perkawinan yang sah.
2.PERANAN KELUARGA
·
Pernanan keluarga digambarkan sebagai perilaku antar pribadi,
sifat, dan kegiatan yang berhubungan.
·
Contoh dalam berbagai peranan dalam keluarga sebagai berikut:
·
Ayah sebagai suami dari istri serta anak-anaknya berperan
mencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman dalam keluarga. Ibu sebagai istri dari suami dan anak-anaknya
memiliki peranan dalam mengurus rumah tangga, sebagai pendidik, pelindung dan
pengasuh anak-anaknya, disamping pernanan itu ibu juga bisa berperan mencari
nafkah tambahan. Anak memiliki peranan sesuai
tingkat perkembangan fisiknya, mental, sosial, dan spritual.
3.TUGAS POKOK KELUARGA
- Memihara
fisik keluarga
- Pemeliharaan
sumber daya yang ada dalam keluarga
- Pembagian
tugas anggotanya sesuai peranannya masing-masing
- Sosialisasi
anggota keluarga
- Pengaturan
jumlah anggota keluarga
- Penempatan
anggota keluarga dalam masyarakat
- Membangkitkan
dorongan dan menyemangatkan para anggota keluarganya
MASYARAKAT
Kata ‘masyarkat’ merupakan kata dari
bahasa Arab yaitu Musyarak. Masyarakat adah sekelompok orang dimana
sebagaian besar dari interaksi antara individu-individu yang berada dalam
kelompok tersebut. Lebih abstraknya, masyarakat adalah hubungan-hubungan antar
entitas-entitas yang membuat suatu jaringan.
Sifat masyarakat saling tergantung satu sama lain. Istilah masyarakat digunakan
untuk mengacu sekelompok orang yang hidup berasama dalam satu komunitas yang
teratur.
1. CIRI-CIRI MASYARAKAT
Ciri-ciri dari masyarakat yaitu manusia yang hidup bersama dan terdidi
sekurang-kurangnnya dari dua orang. Akibat pergaulan yang cukup lama yang
selalu hidp bersama timbul komunikasi dan aturan yang mengatur hubungan antar
manusia dan sadar bahwa mereka merupan kesatuan yang satu. Kehidupan bersama
seiring berjalannya waktu mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang
lainnya dan menimbulkan kebudayaan baru.
2.MASYARAKAT TRADISIONAL
Masyarakat tradisional adalah sekelompok masyarkat yang kehidupannya masih
tradisonal dan mengacu oleh adat istiadat lama. Dalam melangsungkan
kehidupannya masyarakat tradisional masih berdasarkan kebiasaan lama yang
diwarisi nenek moyangnya. Kehidupan masyarkat tradisional tidak begitu
dipengaruhi dengan perubahan-perubahan dari pengaruh luar.
Secara geografis masyarakat tradisional hidup
di daerah pedesaan yang terletak di pedalaman yang jauh dari keramaian kota,
masyarkat ini disebut juga masyarakat pedesaan. Dalam kehidupannya masyarakat
desa adalah kelompok orang yang hidup bersama, bekerja bersama, dan berhubungan
erat.
Desa merupakan tempat yang cocok untuk menengankan pikiran yang penat dan
melepaskan lelah, karena desa memiliki kehidupan yang tentram, damai, jauh dari
konflik dan udara pegunungan yang sejuk.
Ciri masyarakat tradisonal bergantung terhadap
lingkungan alam sekitar.
3.MASYARAKAT TRANSISI
Masyarakat yang mengalami perubahan disebut
masyarakat transisi. Sebagai contoh masyarakat pedesaan yang sedang mengalami
transisi ke arah kebiasaan kehidupan kota, misalnya pergeseran tenaga kerja
dari bangungan dan masuk ke industri.Ciri masyarkat transisi yaitu adanya
penggeseran dalam suatu bidang, seperti pekerjaan yang dahulunya bertani ke
sektor industri. Selain dalam bidang pekerjaan, bidang pendidikan juga
merupakan ciri dari masyarakat transisi, seperti tingkat pendidikan rendah dan
meningkat tingkat pendidikannya. Ciri lainnya yaitu sedang mengalami perubahan
ke arah lebih maju, dan masyarat sudah terbuka dengan kemajuan dan perubahan
jaman.
4.MASYARAKAT MODERN
Masyarakat moden adalah masyarakat yang kehidupannya
dalam perabadaan dunia di masa kini. Sebagian masyarakat modern acuh kepada
adat istiadat lama akibat pengaruh kebudayaan luar dan kemajuan teknologi.
Masyarkat modern selalu berusaha mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Pada umumnya masyarakat modern disebut masyarakaat perkotaan. Dari
sifatnya masyarakat ini memiliki kehidupan yang serba modern.Ciri masyarakat
modern ini dalam menunjang kehidupannya alam tidak lagi vital, dalam menunjang
kehidupannya alam dikendalikan dengan kemampuan pengetahuan dan teknologi.
KESIMPULAN:
Setiap individu, keluarga dan masyarakat memiliki
hubungan yang saling berkaitan satu sama lain. Dan Setiap hubungan yang di
landasi oleh nilai, norma, dan aturan-aturan. Individu tidak akan jelas
identitasnya tanpa keluarga dan masyarakat yang menjadi latar belakang
keberadaan nya
SUMBER: https://bangbiw.com/penjelasan-tentang-individu-keluarga-dan-masyarakat/
Komentar
Posting Komentar